Analisis Semiotika Makna Rasa Kelelahan pada Lirik Lagu “Good Enough” Karya Chanyeol

Penulis

  • Claudia Veronica Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular
  • Tri Adi Sarwoko Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular
  • Silva Aresta Wulandari Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular

Kata Kunci:

Analisis Semiotika, Jam Koma, Ferdinand de Saussure, Lirik Lagu, K-Pop, makna rasa kelelahan

Abstrak

Fenomena jam koma yang populer di kalangan Gen Z sejak Oktober 2024 mencerminkan kelelahan kognitif yang dialami individu akibat tekanan hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ungkapan rasa kelelahan dalam lirik lagu "Good Enough" karya Chanyeol menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Hasil analisis menunjukkan bahwa makna kelelahan dalam lirik memiliki dimensi kompleks, mencakup kelelahan fisik, emosional, dan psikologis. Melalui analisis sintagmatik, ditemukan bahwa makna kelelahan berkembang progresif dari pengakuan hingga penerimaan diri, menciptakan narasi psikologis yang koheren. Relasi paradigmatik menunjukkan oposisi antara kelelahan dan konsep seperti harapan dan penyembuhan, memperdalam pemahaman tentang pengalaman manusia. Triangulasi sumber data  mengungkapkan korelasi signifikan antara makna kelelahan dalam lirik dan fenomena jam koma, menegaskan bahwa lirik ini merefleksikan kondisi sosial dan psikologis generasi muda. Transformasi makna dari bait ke bait menggambarkan perjalanan psikologis yang dimulai dari pengakuan akan kelelahan, berlanjut menuju proses penerimaan dan pencarian kebijaksanaan, hingga mencapai tahap penerimaan diri yang matang. Struktur naratif ini mencerminkan fase-fase yang dialami seseorang dalam menghadapi burnout dan proses recovery yang tidak linear, sesuai dengan teori semiotika Saussure tentang bagaimana tanda-tanda linguistik membentuk makna kelelahan melalui relasi paradigmatik dan sintagmatik. Temuan ini juga menunjukkan bahwa musik populer, khususnya K-pop, bisa berfungsi sebagai medium komunikasi yang menyuarakan pengalaman kolektif, sekaligus memberikan wawasan tentang realitas sosial yang dihadapi oleh masyarakat.

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Balimanohlala. (2022, Desember 15). Pengantar semiotika Umberto Eco — Theory of codes & sign production. Medium. https://balimanohlala.medium.com/pengantar-semiotika-umberto-eco-theory-of-codes-sign-production-6c25104ab6b5

Kumparan. (2024, April 25). 6 daftar idol K-Pop generasi 3 yang paling populer sampai sekarang. Kumparan. https://kumparan.com/seputar-hobi/6-daftar-idol-k-pop-generasi-3-yang-paling-populer-sampai-sekarang-22ckqvmfmvq/full

Kuntanto, K. (2024). Makna kesendirian: Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu “Ruang Sendiri” karya Tulus. JoLLA: Journal of Language, Literature and Arts, 4(7), 757–762. https://doi.org/10.17977/um064v4i72024p757-762

Mikael, D., Sarwoko, T. A., & Fernando, J. (2022). Analisis makna kekerasan verbal dan nonverbal dalam film “Serigala Terakhir” karya Upi Avianto. Madhangi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 1–14.

Panjaitan, A. P. (2020). Kekuatan musik dalam pendidikan karakter manusia. Melintas, 35(2), 174–194. https://doi.org/10.26593/mel.v35i2.4040.174-194

Romadhona. (2024, Oktober 23). Fenomena jam koma, ini 5 penyebabnya menurut pakar psikologi Umsida. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/umsidamenyapa1912/6718dad3ed641570e944ce12/fenomena-jam-koma-ini-5-penyebabnya-menurut-pakar-psikologi-umsida

Sihabuddin, S., Itasari, A. A., Herawati, D. M., & Aji, H. K. (2023). Komunikasi musik: Hubungan erat antara komunikasi dengan musik. Translitera: Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media, 12(1), 55–62. https://doi.org/10.35457/translitera.v12i1.2679

SMTOWN Indonesia. (2023). Chanyeol EXO rilis lagu dan video musik “Good Enough” sore ini! Single terbaru. Facebook. https://web.facebook.com/smtown.idn/posts/chanyeol-exo-rilis-lagu-dan-video-musik-good-enough-sore-ini-single-terbaru-chan/720451416775695

Talaksoru, J. Y. (2024, Oktober 29). Apa itu jam koma yang viral belakangan di kalangan Gen Z. RRI. https://rri.co.id/kesehatan/1077363/apa-itu-jam-koma-yang-viral-belakangan-di-kalangan-gen-z

Trinanda, E. R., & Abidin, S. (2019). Analisis semiotika dari lirik lagu “Esok Kan Bahagia” yang dipopulerkan oleh grup band D’Masiv. Jurnal Scientia, 1–10.

Ubaidillah. (2021). Teori-teori linguistik. Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga.

Yonatan, A. (2022). Makna lirik lagu Afgan “Untukmu Aku Bertahan” — Analisa semiotika Ferdinand de Saussure. http://repositori.buddhidharma.ac.id/id/eprint/1395

Zaini, Z. (2023). Globalisasi musik populer Korea (K-pop) dalam konteks multikultural. Multikultura, 2(3). https://doi.org/10.7454/multikultura.v2i3.1059

Unduhan

Diterbitkan

28-11-2025

Cara Mengutip

Veronica, C., Sarwoko, T. A., & Wulandari, S. A. (2025). Analisis Semiotika Makna Rasa Kelelahan pada Lirik Lagu “Good Enough” Karya Chanyeol. MADHANGI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(02), 62–74. Diambil dari https://ojsfikom.mputantular.ac.id/index.php/fikom/article/view/54

Terbitan

Bagian

Artikel