Pola Komunikasi Interpersonal Dosen dan Tenaga Penunjang Akademik (TPA) kepada Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Universitas Telkom Bandung

Penulis

  • Reni Mardiani Setiadi Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular
  • Sitinah Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular
  • Serepina Tiur Maida Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mpu Tantular

Kata Kunci:

Pola Komunikasi, Hambatan Komunikasi, Interpersonal, Berkebutuhan Khusus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi antara dosen, Tenaga Penunjang Akademik (TPA), dan Mahasiswa Berkebutuhan Khusus (MBK) di Universitas Telkom, serta menganalisis jenis jaringan komunikasi interpersonal yang digunakan dalam interaksi mereka. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi efektivitas komunikasi dalam proses pembelajaran, baik dari sisi teknis maupun psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan teknik triangulasi dari sumber primer dan sekunder. Responden yang digunakan sebanyak 11 informan, terdiri dari dosen, TPA, dan MBK di Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion, Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom. Lokasi penelitian dilaksanakan di Universitas Telkom, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi interpersonal merupakan metode yang paling sering digunakan oleh dosen dan tenaga penunjang akademik dalam berinteraksi dengan MBK. Pola komunikasi ini dianggap efektif karena memungkinkan adanya penyesuaian personal sesuai kebutuhan individu MBK, sehingga MBK merasa lebih nyaman dan proses komunikasi dapat berlangsung lebih lancar serta tidak terlalu formal. Jenis jaringan komunikasi yang dominan dalam interaksi ini adalah Model Saluran Bebas, yang mendukung komunikasi dua arah tanpa hambatan hierarki, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam interaksi. Model Lingkaran digunakan dalam situasi partisipasi terstruktur atau diskusi kelompok, sementara Model Linear lebih sering diterapkan untuk keperluan komunikasi administratif atau pemberian instruksi. Hambatan komunikasi yang ditemukan mencakup hambatan teknis, seperti kurangnya fasilitas pendukung, hambatan semantik terkait kesalahpahaman pesan, dan hambatan perilaku yang timbul dari rendahnya rasa percaya diri MBK, yang berdampak negatif pada efektivitas interaksi keseluruhan.

Referensi

DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book (14th Global ed.). Pearson Education Limited.

Hardyanti. (2019). Model komunikasi interpersonal anak berkebutuhan khusus (studi etnografi terhadap siswa SLB Pamboang) [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Parepare]. IAIN Parepare Repository. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/1425/

Kaltsum, S. N. (2021). Pola komunikasi terhadap anak berkebutuhan khusus dalam meningkatkan interaksi sosial keagamaan pada masa pandemi Covid-19 di Sekolah Luar Biasa Muara Sejahtera Tangerang Selatan [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. UIN Syarif Hidayatullah Repository. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/57530

Laksana, M. W. (2015). Psikologi komunikasi: Membangun komunikasi yang efektif dalam interaksi manusia. Pustaka Setia.

Nisah, C., Sarwoko, T. A., & Sandi, F. (2023). Efektivitas komunikasi terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers pada akun Instagram @infokrw. MADHANGI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 27–37. https://ojsfikom.mputantular.ac.id/index.php/fikom/article/view/14

Ramadanty, S. (2014). Penggunaan komunikasi fatis dalam pengelolaan hubungan di tempat kerja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 1–12. https://jkms.ejournal.unri.ac.id/index.php/JKMS/article/download/2556/2511

Robbins, S. P., & Coulter, M. K. (2007). Manajemen. PT Indeks.

Saleh, T. (2019, Desember 15). Ini fakta mencengangkan kaum disabilitas di pendidikan! CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20191215080742-33-123181/ini-fakta-mencengangkan-kaum-disabilitas-di-pendidikan

Saputri, M. (2022). Komunikasi antara guru dan siswa berkebutuhan khusus dalam internalisasi nilai keislaman (studi di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri PKK Sukarame Bandar Lampung) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung]. UIN Raden Intan Repository. http://repository.radenintan.ac.id/22633/

Suprapto, T. (2011). Pengantar ilmu komunikasi. CAPS.

Suryanto. (2015). Pengantar ilmu komunikasi. CV Pustaka Setia.

Tannen, D. (1996). Seni komunikasi efektif: Membangun relasi dengan membina gaya percakapan. PT Gramedia Pustaka Utama.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 ayat (2), UU RI No. 20. (2013).

Wardiningsih, S., Sitinah, S., Hutabarat, S., Indriyati, R., & Supriyanto, E. (2021). Efek perlombaan kreativitas sebagai upaya meningkatkan komunikasi hubungan personal antarkeluarga di TK Islam An-Nur pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM), 2(2), 160–173. https://doi.org/10.36914/jkum.v2i2.621

Wursanto, I. (2001). Ilmu komunikasi: Teori dan praktek. Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

28-11-2025

Cara Mengutip

Setiadi, R. M., Sitinah, & Maida, S. T. (2025). Pola Komunikasi Interpersonal Dosen dan Tenaga Penunjang Akademik (TPA) kepada Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Universitas Telkom Bandung. MADHANGI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(02), 46–61. Diambil dari https://ojsfikom.mputantular.ac.id/index.php/fikom/article/view/56

Terbitan

Bagian

Artikel